TETAP MAJU SAHABAT........dont alvance

petuah

petuah gt loch


Karena masalah bahasa pemrograman dimana-mana sering muncul, maka sebelum ada perang '..lagi...', mending bikin beberapa poin dulu, terutama buat newbie supaya tau apa yang dihadapi....

===
1. Any programming language can make games!!!
===
99% Bahasa pemrograman bisa digunakan untuk membuat game! Bahkan sampe ala dBase pun bisa digunakan untuk membuat text-based game! Jadi bahasa pemrograman apa pun pilihan kamu, itu bisa digunakan untuk membuat game. Ada 2 isu utama yg digunakan untuk memilih bhs pemrograman untuk game: performance dan grafik.
===

===
2. Any fast and graphical programming language can make a better games especially 2D games.
===
Untuk performance dan grafik, maka bahasa pemrograman apa pun yang bisa relatif 'cepat' dan relatif 'menampilkan grafik' itu bisa digunakan untuk membuat game sesuai dengan gamenya. Bikin game 2D, asal cepat, Visual Basic juga bisa. Delphi bisa bikin sekelas RPG, dsb. Untuk grafik (terutama 3D) yg lebih baik dan performance lebih kenceng, biasa butuh kompromi dengan library lain, yg mana paling dikenal ada DirectX dan OpenGL.
===

===
3. Any programming language with DirectX or OpenGL support is more appeal for nowadays games, you're ready for 3D and better performance.
===
Pilihan selanjutnya jatuh ke bahasa pemrograman yg memiliki hubungan baik dengan DirectX dan OpenGL. Meskipun native-nya keduanya adalah C/C++, tapi beberapa bahasa juga melakukan wrapping untuk library tersebut, termasuk C#, VB, Darkbasic, Java, dll. Selama bahasa pemrograman tersebut bisa membuktikan performance ygbaik untuk game yg mau kamu buat, pakai aja.. tidak ada masalah!!! It's a game anyway!!
===

Hop... itu di atas dasar2 yang digunakan dalam menentukan bahasa pemrograman. Feel free to choose.




Part 2


Part 2

Kalau memang feel free... kenapa harus C/C++?

===
Alasan 1: Industri Game dan Platform
===
Pilihan bahasa pemrograman ditentukan oleh mainstream industri dan platform. Di PC yang open system mungkin kita punya banyak pilihan meski mungkin itu semu. Semu karena pada mainstream industri tetap hanya menggunakan 1-2 bahasa saja untuk game.

Di platform tertutup seperti konsol, terlebih lagi tidak ada banyak pilihan. Sejauh ini hanya ada 2: C/C++ dan Java. Yang Java pun itu hanya untuk platform mobile.

Dengan arah penggunaan bahasa di industri yang terlihat jelas, jangan heran kalau semua library pendukung yang tidak hanya grafik seperti network, physics, tools, engine, mod, banyak menggunakan bahasa mainstream seperti C/C++.


===
Alasan 2: Open Standard
===
C/C++ merupakan open standard, ANSI. Bayangkan apabila si Sony mau bikin bahasa Delphi mungkin harus ijin ijin dulu ke Borland baru bisa dapet dukungan code-nya. Bahkan Java pun milik SUN, ngga tau harus ijin apa engga. Bandingkan dengan C/C++ yang open dan mudah didapat resource arsitekturnya. Bagaimanapun it's open dan punya sejarah yang lama hingga relatif solid, hanya tinggal modifikasi di bagian penerjemah machine code.

Jadi jangan heran kalo produsen konsol enggan berinvest macem-macem untuk mesin yang usianya sekitar 5 tahun-an. Bandingkan dengan PC yang arsitekturnya relatif tidak berubah, sekali bikin compiler susah-susah masih bisa dipake sampe kapan-kapan.




Penutup



Penutup

===
Penutup
===

Jadi...
Bahasa pemrograman apapun pilihan Anda selama bisa memenuhi kebutuhan game yang mau dibuat... be it!

Tapi...
Kalau ngomong soal game untuk industri game, pilihannya terbatas.
Kita hanya bisa memilih bukan menentukan sendiri. Yang pasti bahasa pilihan industri tentunya dianggap dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan.

Maka...
Itu semua kembali ke tujuan masing-masing dalam menggeluti pengembangan game. Apakah ingin membuat game 'saja', atau ingin sekalian masuk ke industri. Pilihan di tangan masing-masing.






Reply With Quote
jon to or
Senior Member

dienw's Avatar

Join Date: Oct 2003
Location: otrokojom
Posts: 919


Sedikit tambahan diingatkan dari old pal o' mine:

Soal pilihan bahasa pemrograman, di samping soal teknis, bisa atau tidak dalam melakukan sesuatu tugas (grafik/performance), juga ada hal lain.

Memilih bahasa pemrograman bukan hanya masalah sintaks, atau baris perintah, tapi juga pola berpikir, konsep memrogram.

Seperti banyak orang mengambil konsep Object-Oriented (OO) karena lebih mudah dalam memodel simulasi dunia yang kompleks.

Kenapa banyak orang content dengan C/C++? Karena banyak orang merasa nyaman dengan kemampuannya (dan akal2an teknisnya) untuk menerjemahkan konsep-konsep pemrograman yang benar terutama hubungannya dengan OO. Belum ditambah performance dan library-library yang tersedia dalam bahasa ini. Ngga heran kan...

Buat yang ingin menggunakan OO dengan rasa lain, mungkin lebih sederhana/simpel, bisa mencoba bahasa2 lain seperti Java atau Delphi (gunakan secara OO). Yang penting bisa mengakomodasi kebutuhan untuk membuat game dan sesuai pertimbangan topik 2, game for fun.

Bila mereka yang lebih terbiasa dengan bahasa prosedural juga bisa memilih bahasa-bahasa lain, atau kalau di C++ itu adalah C.

Demikian,
pilihan bahasa pemorgraman tergantung dari poin-poin di atas plus kemampuannya dalam menerjemahkan konsep ke code. Hal ini terutama dalam arsitektur kompleks yang nampak ruwet dalam tahap ini.
__________________
\m/